ASP vs PHP, mana yang terbaik?

Cukup alot memperdebatkan ASP dan PHP, namun menentukan pilihan yang terbaik sebenarnya cukup mudah, tergantung anda pribadi sebagai pemrogramer.
Saya mencoba menggaris-bawahi penjelasan di aspvphp.com tentang perbandingan dua bahasa pemrograman web tersebut, yang pertama, apa bahasa pemrograman lain yang telah anda kuasai? Bila anda telah belajar Java atau C++, mungkin anda akan merasa lebih familier dengan kode program PHP. Sedangkan apabila Anda telah mendalami Visual Basic, dengan mudah akan memahami ASP.
Selanjutnya, sistem operasi pelayan web yang anda gunakan, UNIX/LINUX atau Windows? PHP lebih fleksibel, bisa berjalan pada berbagai platform, sedangkan ASP lebih optimal bila dijalankan di Windows. Perlu dipertimbangkan, biaya untuk hosting dengan sistem operasi Windows lebih mahal.
Masalah database untuk aplikasi web Anda, layanan hosting berbasis Windows hanya menyediakan Microsoft Access, sedangkan bila ingin menggunakan Microsoft SQL Server perlu mengeluarkan biaya lagi. Sementara Kebanyakan hosting UNIX/Linux menggunakan pelayan database MySQL dengan keunggulan dan kekurangannya.
Di situs web aspvphp.com tersedia pula perbandingan penulisan kode program ASP dan PHP, misalnya: pencacah dan menampilkan waktu

Jebakan Link Pada Facebook (Jebakan Betmen)

Populernya Facebook membuat orang iseng memanfaatkan kreativitas mereka yang mengganggu orang lain. Paling anyar muncul link pendek yang jika di-klik akan melakukan posting tanpa persetujuan pemilik akun.

Sebelumnya posting tanpa permisi ini muncul dari luar negeri namun barau-baru ini juga muncul edisi bahasa Indonesia yang telah banyak menular ke pemakai Facebook tanah air. 

Contoh pesan-pesan jebakan di Facebook ini adalah:

 jangan salahin w kalo lo bakal ngakak ngeliat ni orang :D http://tinyurl.com/***pahh
 
   hiks..hiks..hiks..barusan mampir dari http://goo.gl/***vc KEREN bgt swearr.. buruan...mampir

Jika link tersebut Anda klik maka wall Anda juga akan mem-posting "berita" serupa yang seolah-olah memang dari Anda. Jebakan "betmen" seperti ini menggunakan metode Cross Site Scripting (XSS) yang juga memanfaatkan layanan pemendek URL.
 
Pengguna mobile agaknya paling rentan terkena serangan ini mengingat sekuritinya tidak seketat pengguna browser desktop. Untuk terhindar dari jebakan macam ini disarankan tidak meng-klik link yang sudah diperpendek karena alamat aslinya jadi sulit diketahui.

Cara Menambah Page Hit Counter Di Blogspot

Mungkin ada diantara teman-teman yang kesulitan cara membuat (memasang/buat) page hit counter di blog.Page hit counter berguna untuk mengetahui halaman web telah dibuka berapa kali. Jadi memudahkan kita mengetahui bahwa web kita banyak dikunjungi orang lain, atau tidak. Ada banyak website yang menyedian script hit counter, anda hanya perlu mendaftarkan situs (blog) anda ke situs mereka, jika disetujui kemudian kita akan mendapatkan script yang bisa dipasang di gadget sidebar blog.

Prosedur untuk membuat page hit counter di blog adalah:

1. Klik link berikut http://www.easycounter.com/ untuk mendaftarkan blog anda

Isi lembar pendaftaran dan pada counter type pilih HTML , pilih Counter style yang akan anda gunakan, kemudian klik tombol "Create My Account >>"



2. Jika disetujui anda akan mendapatkan script seperti di bawah ini, copy script ini (nanti akan di insert (dimasukkan) ke blog anda


3. Pada halaman berikut, klik "tambah Gadget"


4. Pada kotak list, pilih HTML/JavaScript


5. Masukkan script yang tadi anda copy, seperti di bawah ini


Klik tombol "SIMPAN"

Silahkan lihat perubahan di blog anda, jika sukses maka akan muncul hit counter di bagian sidebar.

Contohnya bisa dilihat di sidebar blog ini

Beberapa link yang bisa anda gunakan untuk memperoleh script page hit counter:
http://www.histats.com/
http://www.counters4u.com/
http://www.free-counter.com/

Atau jika ingin mencari page hit counter yang lain bisa klik disini

[Preview] Deus Ex: Human Revolution



Bebas untuk memilih cara dalam menyelesaikan sebuah misi atau objektif memang menjadi tren tersendiri di dunia game. Dengan semakin berkembangnya teknologi yang ada, para pengembang mulai menjajaki kemungkinan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih mendekati dunia nyata. Cara terbaik untuk itu adalah menghadirkan kebebasan ini untuk para gamer. Salah satu game yang terkenal karena gaya permainan seperti ini tak lain dan tak bukan adalah seri Deus Ex. Menjelang perilisan seri terbarunya, Deus Ex: Human Revolution (DEHR), sang pengembang Square Enix dan Eidos sepertinya akan tetap mempertahankan ciri utama tersebut.

Eidos Montreal baru-baru ini merilis trailer gameplay DEHR untuk memperlihatkan kebebasan pemilihan cara menyelesaikan sebuah misi di game ini. Dengan dipandu oleh suara Mary DeMarle, salah satu game designer, para gamer dapat menyaksikan secara langsung bagaimana pemilihan aksi sangat berpengaruh pada gaya bermain dan hasil akhir yang didapat. Ada tiga pilihan aksi yang dapat dipilih oleh para gamer : membunuh dan mengalahkan setiap musuh yang ada, melakukan gerakan stealth dan lolos secara sembunyi-sembunyi, atau mencari jalan alternatif yang sama sekali baru.

Salah satu perhatian terbesar saya adalah hadirnya feature highlighted way untuk alternatif jalan yang dapat dipilih oleh gamer. Anda bisa melihat bagaimana Eidos menambahkan warna yang berbeda untuk tangga yang dapat dinaiki oleh sang tokoh utama dan menuju ke alternatif jalan yang berbeda.

Jika feature ini tetap dipertahankan hingga pengembangan akhir game, Deus Ex akan kehilangan sentuhan khasnya dan bukannya tidak mungkin akan ditinggalkan oleh para penggemarnya. Kebebasan yang diusung haruslah sebebas-bebasnya, membiarkan para gamer mencari jalan alternatif sendiri tanpa dibantu oleh pihak pengembang sama sekali. Itulah Deus Ex yang sebenarnya!
Deus Ex: Human Revolution sendiri rencananya akan dirilis pada kuartal ketiga tahun 2011 ini untuk konsol Playstation 3 dan XBOX 360. Game yang menggabungkan elemen RPG dan FPS dengan gaya yang cepat ini memang layak untuk ditunggu.

PENGENALAN BAHASA C++

Apakah itu Bahasa C++ ?

C++ pada dasarnya adalah bahasa pemrograman yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari bahasa C dan telah menggunakan pendekatan berorientasi objek (object oriented). Akan tetapi, bahasa C++ masih mengikuti orientasi secara prosedural (procedural oriented) sehingga banyak yang mengatakan bahwa bahasa C++ adalah bahasa pemrograman hybrid, tidak hanya berorientasi pada objek.

32 Kata Kunci dan Library

Dalam bahasa C ++ terdapat 32 kata kunci (keywords) yang telah terdefinisikan:
auto double int struct
break else long switch
case enum register typedef
char extern return union
const float short unsigned
continue for signed void
default goto sizeof volatile
do if static while

Algoritma

Banyak orang bertanya, “Apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk memulai bahasa pemrograman seperti C++? Memiliki programnya? Banyak membaca?”. Sebenarnya untuk mempelajari bahasa pemrograman, tak hanya C++, ada satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan, yakni Algoritma.
Algoritma dapat diartikan sebagai urutan langkah-langkah dalam menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Istilah “logis” adalah kata kunci dalam algoritma. Dalam menyusun suatu algoritma, setiap langkah-langkah harus bersifat logis dan jelas benar-salahnya. Terkadang orang ‘malas’ untuk membuat algoritma karena terkesan rumit dan memperlambat penyelesaian masalah. Namun, yang terjadi sebenarnya adalah dengan adanya algoritma ini justru kita dapat menyelesaikan masalah dengan lebih baik dan mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut dengan lebih efektif dan efisien.
Aturan penulisan algoritma yang dipakai adalah secara grafis (prosedural). Berikut adalah simbol dasar algoritma yang akan dipakai:

Meskipun tujuan akhir dari program adalah menghasilkan sesuatu yang serupa, namun pola pemikirandalam algoritma untuk setiap orang dapat berbeda-beda. Disinilah letak ide dan kreativitas kita diuji, sejauh mana kita dapat merealisasikan ide kita dalam bentuk program dalam menyelesaikan permasalahan di sekitar kita.

INSTRUKSI OUTPUT SEDERHANA

Sebagai langkah awal dalam memahami bahasa C++, mari kita mulai menuliskan program di bawah ini:
INPUT:
// my first program in C++#include <iostream> #include <conio.h>
using namespace std;
int main ()
{
cout << “Hello World!”;
getch();
return 0;
}

OUTPUT:
Hello World!
Berikut adalah penjelasan dari program diatas :
// my first program in C++
Baris ini merupakan komentar. Setiap kalimat yang diawali dengan double slash (//) pada setiap baris akan menjadi suatu komentar. Kalimat tersebut tidak akan mempengaruhi proses program.
#include <iostream>
Karakter # disebut sebagai preposcessor. Pada setiap kali compiler dijalankan, maka prepocessor membaca source code, mencari baris yang memiliki karakter awal # dan jika menemukan maka akan menjalankan perintah pada baris itu sebelum compiler berjalan.
Dalam kasus ini, maka perintah include <iostream> berarti program ini berjalan dengan menyertakan library/file header <iostream>.
#include <conio.h>
Mengikutsertakan library <conio.h> dalam program ini.
using namespace std
setiap elemen dari standard library C++ menggunakan spasinama (namespace), namespace adalah name std. Hampir semua sourcecode yang disusun merupakan standard dari name std.
int main ()
Baris ini mendeklarasikan fungsi utama dari program ini. Fungsi utama akan dieksekusi pertama kali setiap kali program c++ berjalan. Singkatnya, inti dari seluruh program c++ berpusat pada fungsi utama ini.
Baris-baris yang telah dijelaskan sebelumnya dapat kita sebut dengan baris kepala. Selanjutnya, kita akan masuk kepada baris badan yang ditandai dengan tanda kurung ({ }). Baris badan adalah inti dari program yang akan dieksekusi.
cout << ”Hello World”;
cout adalah suatu perintah yang berfungsi untuk memasukkan bagian karakter ”Hello World” ke dalam standard ouput stream (yang biasa kita kenal tampilan pada layar).
cout didefinisikan pada library iostream. Untuk menutup pernyataan, digunakan tanda (;).
getch();
Untuk beberapa compiler C++ dibutuhkan sebuah file header yang bernama <conio.h>. Selanjutnya kita menempatkan sebuah fungsi bernama getch() sebelum program diakhiri. Maksud dari penggunaan ini adalah agar tampilan ’tertahan’ untuk sementara waktu. Jika tidak, maka proses akan berjalan tanpa kita dapat melihat hasilnya.
return 0;
baris ini menyatakan fungsi utama program telah berakhir. Perintah return diikuti oleh kode, dalam hal ini kode 0. Kode ini diinterpretasikan sebagai tanda bahwa program telah dieksekusi tanpa terjadi error. Cara ini adalah cara yang umum dalam mengakhiri program c++.
Lalu, apa yang terjadi jika program ditulis seperti ini ?
INPUT:
// my first program in C++#include <iostream> #include <conio.h>
using namespace std;
int main (){ cout << “Hello World!”; getch(); return 0; }

OUTPUT:
Hello World!

Apakah terjadi kesalahan pada sintaks?? Tentu tidak. Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada kasusini: C++ membaca sesuai urutan baris (mengeksekusi dari urutan paling atas ke paling bawah); dan C++ memisahkan pernyataan yang satu dengan yang lainnya dengan tanda (;), tidak dengan memisahkan baris.
Mari kita lanjutkan ke latihan berikutnya:
INPUT:
/* Bentuk baru dalamMenuliskan komentar */ #include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;
int main ()
{
cout << “Hello World! “; // menampilkan Hello World!
cout << “I’m a C++ program”; // menampilkan I’m a C++ program
getch();
return 0;
}

OUTPUT:
Hello World! I’m a C++ program

Tidak jauh berbeda dengan contoh di awal, disini kita mencoba untuk menampilkan karakter namun dengan jumlah lebih banyak. Adapun hal yang baru pada program yang kita buat sekarang, yaitu tanda /*… … */. Tanda tersebut berfungsi sama halnya dengan double slash (//), sebagai komentar, namun tidak bergantung pada baris yang dijadikan komentar.
// :    Tanda ini menandakan bahwa tulisan yang ditulis berikutnya adalah komentar, namun hanya berlaku pada baris yang ditandai tanda tersebut.
/*….*/ : Seluruh tulisan yang berada dalam tanda ini akan menjadi komentar, tidak bergantung pada letak ditulisnya tulisan komentar tersebut.
Dikutip dari buku panduan praktikum PTI B ITB